Blitz Photography.com

Koleksi Hasil Jepretanku

Blog

Welcome to my Blog

view:  full / summary

Cara Mengobati Wasir Secara Tradisional dan Alami

Posted by ozantbungas on February 28, 2015 at 1:30 AM Comments comments (0)

Cara Mengobati Wasir  Secara Tradisional dan Alami

Namun, obat-obatan yang mengandung bahan kimia dan juga operasi wasir yang beresiko memiliki efek samping yang terkadang kurang menyenangkan bagi penderitanya. Pengobatan wasir secara alami memang lebih aman karena hampir tidak memiliki efek samping, namun waktu pengobatannya lebih lama.

Wasir yang membengkak disertai dengan pendarahan umumnya disebut wasir berdarah. Cara mengobati wasir berdarah secara alami adalah dengan menggunakan beberapa tanaman obat yang sudah lama dikenal khasiatnya. Beberapa tanaman obat yang dikenal mampu mengatasi wasir antara lain adalah tape singkong.

Mengkonsumsi tape singkong yang sudah dilembekkan secara rutin sehari tiga kali dipercaya mampu mengatasi wasir. Ini disebabkan karena tape singkong mengandung ragi yang menyehatkan pencernaan. Wasir ringan maupun wasir berdarah umumnya bisa disembuhkan dengan tape singkong.

Mengobati Wasir Secara Tradisional dan Alami

Daun jambu biji, terutama bagian pucuknya juga dipercaya berkhasiat mengatasi wasir. Ambil beberapa lembar daun jambu biji lalu cuci bersih, Tambahkan satu buah pisang batu dengan kulitnya, kemudian haluskan dan peras airnya.

Minum air perasan tersebut secara rutin untuk mengobati wasir. Selain itu, satu buah pisang ambon yang diblender lalu ditambah satu gelas susu murni juga bisa menjadi pengobatan wasir secara alami. Minum secara rutin tiga gelas sehari agar penyakit ambeien cepat hilang.

Tanaman terakhir yang dipercaya dapat mengobati wasir secara alami adalah kangkung. Ambil beberapa tangkai kangkung dengan daunnya lalu cuci bersih. Haluskan dengan blender lalu saring airnya. Tambahkan sebutir telur ayam kampung dan sedikit garam ke dalam air sari kangkung tadi.

Minum sehari sekali sebelum tidur agar penyakit wasir atau ambeien Anda dapat segera sembuh. Tanaman-tanaman obat di atas secara alami jauh lebih efektif dalam mengobati wasir. Namun jika tidak ingin repot-repot meramu bahan alami tersebut, saat ini sudah ada banyak sekali obat herbal dalam kemasan yang mampu mengobati wasir dengan alami.

 

Populasi Bekantan

Posted by ozantbungas on April 13, 2010 at 3:42 AM Comments comments (1)

Populasi Bekantan di Pulau Kaget Tinggal 100 Ekor

 

- Populasi bekantan di Pulau Kaget Kalimantan Selatan (Kalsel) dari tahun-ke tahun terus menurun, akibat pengrusakan lingkungan yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

 

Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, Rabu, pada 2007 populasi hewan hidung panjang di pulau Kaget tersisa 100 ekor.

 

Padahal dari hasil penelitian Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, pada tahun 1997 populasi bekantan di daerah tersebut masih 304 ekor.

 

Kepala BKSDA Kalsel, Amir Hamzah K. Mengungkapkan, menurunnya populasi bekantan di Pulau Kaget tersebut terjadi akibat kerusakan alam di daerah tersebut.

 

Selain itu, beberapa tongkang batu bara selalu menabrak pulau tersebut saat akan tambat, sehingga mengusik kehidupan hewan yang terkenal sangat pemalu itu.

 

Diduga karena selalu terganggu, akhirnya bekantan-bekantan tersebut lari atau pindah ke lokasi yang lebih aman. Apalagi pada saat musim kemarau lalu, pohon-pohon yang ada di daerah tersebut meranggas sehingga tidak ada tempat yang nyaman untuk hidup bekantan.

 

"Banyak bekantan yang telah lari karena merasa terganggu oleh kegiatan warga sekitar, diantaranya akibat tongkang batu bara, selain karena faktor alam akibat pohon yang meranggas," katanya.

 

Secara keseluruhan, populasi Bekantan di Kalsel saat ini masih mencapai sekitar 5.010 ekor yang tersebar di beberapa hutan atau cagar alam di beberapa daerah Kalsel.

 

Daerah-daerah yang kini masih terdapat populasi bekantan yaitu, di cagar alam Selat Sebuku Kabupaten Kotabaru, terdapat 3.500 ekor, suaka margasatwa Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala), 1.200 ekor.

 

Selain itu, di Kuala Lupak Tabunganen Kabupaten Barito Kuala, 150 ekor, Pulau Kaget, 100 ekor, di taman wisata alam Pulau Kembang 10 ekor dan Pulau Bakut 50 ekor.

 

Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding populasi bekantan tahun-tahun sebelumnya.

 

Mengantisipasi terhadap berkurangnya populasi hewan dilindungi tersebut, BKSDA bekerjasama dengan masyarakat telah membuat kayu tambatan mengelilingi Pulau Kaget, sehingga tongkang batu bara tidak lagi menabrak lokasi berkembangbiaknya hewan khas Kalimantan itu.

 

"Kita terus melakukan pemantauan perkembangan dan kelangsungan hidup bekantan dan beberapa hewan dilindungi di Kalsel, diantaranya dengan melakukan razia jual beli hewan dilindungi," katanya. (*/rsd)

 

sumber: Kapanlagi.com

 



Rss_feed